2009
07.27
Selamat Datang Prof. Dr. Boediono

Hari ini, Wakil Presiden Indonesia Terpilih, Prof. Dr. Boediono berdialog dengan warga Indonesia yang tinggal di Singapura. Dialog ini diselenggarakan di Gedung Ripta Loka, Kedutaan Besar Republik Indonesia Singapura yang berlokasi di Chatsworth Road no 7.

Dialog ini dibuka dengan sambutan Duta Besar Indonesia untuk Singapura, Bapak Wardana. Berikut adalah rangkuman poin-poin yang disampaikan oleh beliau.

  • Informasi tentang data demografis warga negara Indonesia yang tinggal di Singapura. Saat ini ada kurang lebih 150 ribu warga Indonesia yang berdomisili di Singapura, dimana sekitar 80 ribu bekerja sebagai Penata Laksana Rumah Tangga (PLRT)
  • KBRI Singapura telah memfasilitasi pembentukan organisasi-organisasi profesi untuk menampung aspirasi WNI di Singapura. Organisasi-organisasi tersebut akan menampung aspirasi para pelaut dan PLRT Indonesia.
  • Hasil akhir Pilpres 2009 di Singapura, dimana lebih dari 80% suara mendukung pasangan SBY-Boediono.
  • Program-program yang dilaksanakan di KBRI Singapura untuk meningkatkan profesionalisme PLRT Indonesia. Antara lain dengan membuka program kursus Bahasa Inggris, Komputer dan Universitas Terbuka. Program-program ini dijalankan dengan partisipasi para mahasiswa Indonesia di Singapura.

Bapak Dubes selanjutnya mempersilahkan Bapak Prof. Dr. Boediono untuk menyampaikan sambutan beliau. Bapak Boediono membuka dengan salam dan ucapan terima kasih kepada para hadirin yang telah hadir dalam dialog ini. Beliau juga berterima kasih karena warga Indonesia di Singapura telah memberikan dukungan kepada pasangan SBY-Boediono dalam Pilpres 2009.

Beliau juga berharap bahwa demokrasi Indonesia saat ini akan menjadi demokrasi yang bermanfaat bagi masyarakat. Hal ini mengingat pada tahun 1950-an Indonesia juga menerapkan demokrasi, tapi gagal karena demokrasi saat itu tidak bisa memberikan manfaat yang bisa dirasakan oleh masyarakat.

Beliau memaparkan tiga garis besar program Pemerintahan SBY-Boediono ke depan. Tiga program itu adalah

  1. Pembangunan infrastruktur fisik. Saat infrastruktur fisik Indonesia sangat tertinggal jika dibandingkan dengan negara-negara tetangga. Infrastruktur ini antara lain pembangunan/perbaikan jalan, penyediaan listrik, dan transportasi antar pulau.
  2. Pembangunan infrastruktur lunak. Hal ini akan diwujudkan dengan membuat iklim ekonomi yang mendukung pertumbuhan. Antara lain dengan melanjutkan proses pembentukan pemerintahan yang bersih dan transparan, kebijakan-kebijakan yang mempermudah tumbuhnya ekonomi.
  3. Bantuan kepada masyarakat yang tertinggal dalam pertumbuhan ekonomi. Tidak bisa dipungkiri bahwa dalam perkembangan, selalu ada elemen masyarakat yang akan tertinggal. Hal ini akan diwujudkan dengan melanjutkan program BLT, pemberian beasiswa untuk pelajar miskin yang berprestasi dan subsidi kesehatan untuk warga yang tidak mampu

Acara kemudian dilanjutkan dengan memberikan kesempatan bagi para hadirin untuk menyampaikan pertanyaan kepada Bapak Boediono. Rangkuman pertanyaan dan jawaban akan saya tuliskan di posting selanjutnya.

GD Star Rating
a WordPress rating system
Worth sharing ?

Incoming Search Term

Advertise Here

 

1 comment so far

Add Your Comment
  1. jadi tahu banyak info tentang kbri
    thanks alot